Alt img

Kisah Nyata Tentang Perjalanan Ruh

Pernahkah anda hadir di sisi seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut, hingga jasadnya dingin, terbujur kaku, tak bergerak, karena ruhnya telah berpisah dengan badan?...Readmore...

Alt img

Berita: Tabligh Akbar "Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagai Ulama dan Scientist"

(Makassar-27 Januari 2014) Ahad, 26 Januari 2014 telah diadakan kegiatan Tabligh Akbar yang bertempat di Masjid Ulil Abab UNM Parang Tambung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Study Club Maipa Muslim (SCMM) -yang merupakan Biro di bawah naungan BEM FMIPA UNM- sebagai salah satu rangkaian acara Mukatamar yang sudah mencapai ke XXXI. SCMM merupakan lembaga "tertua" yang ada di kampus UNM bahkan se Sul-Sel.... Readmore..

Alt img

Contoh Kepribadian Seorang Da'i

Akhir-akhir ini, banyak penjuru dakwah yang bertebaran di nusantara. Dengan berbagai bentuk, model, dan ideologi yang disampaikannya. Namun tahukah kita bahwa Nabi kita Shallalahu alaihi wasallam diutus dimuka bumi sebagai uswatun hasanah, "Contoh" yang baik, Teladan yang baik...Readmore...

ALT_IMG

Cara Cepat Menghafal Al-Qur'an

Nah, masih ada kelanjutannya nie. Penting banget ni untuk diperhatikan. BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka ... Readmore...

ALT_IMG

Renungan Sebelum Kuliah di Barat

MENERUSKAN jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi tentunya menjadi dambaan banyak orang. Ramai orang mengusahakan diri agar mampu masuk perguruan tinggi berkualitas di dalam negeri, pun tidak sedikit yang bercita-cita untuk mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri, entah itu dengan biaya sendiri atau melalui jalur beasiswa... Readmore...

Minggu, 22 Februari 2015

Studi Di Arab Saudi

0 comments
Studi Di Arab Saudi
Bagian I : Mengetahui Beasiswa Studi Di Arab Saudi.
Oleh Abu Zaid Sunni
A. Pendahuluan
Arab Saudi merupakan Negara yang diberkahi insya Allaah, hal disebabkan salah satunya adanya dua kota yang dijaga malaikat, yaitu kota Mekkah dan Madinah, dua kota yang tidak akan sanggup di masuki oleh Dajjal pada hari kiamat.
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tidaklah setiap negri melainkan Dajjal akan menginjakkan kakinya di sana kecuali Makkah dan Madinah. Dan tidaklah setiap pintu masuk kota tersebut melainkan ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Lalu Dajjal singgah di Sapha, kemudian Madinah berguncang tiga kali dan melemparkan setiap orang kafir dan munafik dari dalamnya menuju ke tempat Dajjal." (HR. Bukhari dan Muslim, redaksinya berasal dari Muslim)
Arab Saudi merupakan pusat sumber dan perkembangan ilmu syar’i. Selain itu, Arab Saudi juga menyediakan beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi di seluruh dunia untuk kuliah di berbagai Universitas terkemuka Arab Saudi. Program ini merupakan implementasi dari perhatian kerajaan yang sangat besar terhadap pengembangan dan publikasi ilmu pengetahuan dan peningkatan karya ilmiah, dan kontribusi nyata kerajaan dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam bidang ilmu, kebudayaan, dan kemajuan peradaban manusia. Program ini terbuka untuk semua jurusan ilmu pengetahuan umum, tidak hanya untuk studi keislaman saja.
Melalui tulisan ini, penulis akan menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan studi di Arab Saudi. Tulisan ini akan dibagi beberapa tema dan akan ditulis secara berseri/bersambung insya Allaah. Tema tulisan akan meliputi :
1. Mengetahui beasiswa studi di Arab Saudi.
2. Proses Apilkasi Beasiswa.
3. Berbagi pengalaman penulis dalam mendapatkan beasiswa di Universitas Qassim – Arab Saudi.
4. Mengenal Universitas Qassim dan beasiswa di Universitas Qassim – Arab Saudi.
Tulisan ini bertujuan menceritakan nikmat dari Allaah seperti anjuran surat Dhuha dan sebagai pelajaran bagi yang ingin kuliah di Arab Saudi dan Universitas Qassim khusunya, agar lebih mudah untuk mempersiapkan dan menjalani prosesnya.
B. Beberapa Alasan Kuliah di Arab Saudi.
Ada berbagai alasan untuk menjatuhkan pilihan melanjutkan studi ke salah satu universitas di Arab Saudi, antara lain:
1. Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia, beberapa Universitas termasuk perguruan tinggi terbaik di dunia.
2. Suasana dan lingkungan keilmuan yang kondusif, di mana terdapat berbagai lembaga dan pusat penelitian dan pengkajian yang diakui dan terus berkembang pesat pada masing-masing Universitas.
3. Sivitas akademik multinasional; saat ini mahasiswa yang menuntut ilmu di Arab Saudi berasal dari lebih 165 negara dunia. Demikian juga dengan tenaga edukatif berasal dari berbagai negara.
4. Pelayanan dan fasilitas istimewa bagi setiap mahasiswa penerima beasiswa.
5. Lingkungan pergaulan yang aman dari fitnah, terutama fitnah wanita. Hal ini disebabkan adanya pemisahan antara kampus laki – laki dan kampus wanita. Tidak ada ikhtilath pada univeristas di Saudi insya Allaah, karena semua mahasiswa, dosen dan staf kampus berasal dari satu jenis kelamin, laki – laki atau wanita. Lingkungan ini dapat menambah mudahnya memahami dan mendapatkan ilmu yang kita pelajari insya Allaah.
6. Keamanan lingkungan yang terjamin. Tidak pernah ada barang yang hilang, baik di kampus, di asrama atau di luar kampus. Hal ini penulis alami ketika penulis berada di bandara Qassim, penulis pergi shalat shubuh di masjid bandara dengan meninggalkan tas, laptop dan koper di ruang tunggu bandara. Alhamdulillaah sekembalinya dari shalat shubuh, barang – barang masih utuh.
C. Persyaratan Umum Penerima Beasiswa
1. Syarat-syarat yang berlaku bagi calon mahasiswa lokal juga berlaku bagi calon penerima beasiswa dari luar Arab Saudi.
2. Usia minimal 17 tahun, maksimal 25 tahun dan mengikuti kursus Bahasa Arab pada lembaga yang diakui, untuk Strata I (S1). Untuk strata dua (S2) usia maksimal 30 tahun, dan 35 tahun untuk S3. Persyaratan ini tidak mutlak karena setiap universitas berbeda dalam hal persyaratan tersebut. Hal ini penulis alami sendiri, yaitu usia penulis ketika diterima adalah 38 tahun.
3. Nilai IPK masuk kategori “baik sekali/jayyid jiddan/very good”.
4. Nilai bahasa inggris (TOEFL/ILT/GMAT/GRE) untuk yang mengambil studi jurusan ilmu umum selain jurusan ilmu syar’i, khusus bagi yang sudah dinyatakan diterima.
5. Hasil pemeriksaan kesehatan (medical check), khusus bagi yang sudah dinyatakan diterima.
6. Terjemah & legalisir ijazah dari pihak yang berwewenang, khusus bagi yang sudah dinyatakan diterima.
7. Izin resmi dari pemerintah setempat bagi calon mahasiswa yang berasal dari negara yang mewajibkan syarat yang sama untuk pelajar Saudi yang ingin belajar di negara itu.
8. Tidak menerima beasiswa sejenis dari lembaga pendidikan lain di Arab Saudi.
9. Tidak pernah di-drop out dari salah satu perguruan tinggi Arab Saudi.
D. Fasilitas dan Layanan
1. Tiket berangkat, liburan pulang-pergi, ke negara asal setiap tahun.
2. Asrama yang representative dan kondusif.
3. Tunjangan beasiswa yang diberikan setiap bulan.
4. Buku pelajaran yang diberikan gratis.
5. Jaminan kesehatan bagi penerima beasiswa dan keluarga yang menyertai.
6. Seluruh fasilitas dan layanan yang diterima oleh mahasiswa Arab Saudi.
E. Prosedur Permohonan Beasiswa
Permohonan beasiswa dapat diajukan melalui prosedur berikut:
1. Mengajukan permohonan langsung kepada Universitas yang diminati melalui website resmi Universitas dimaksud. Cara ini lebih mudah dan lebih cepat. (lihat Link Elektronik Universitas Arab Saudi di bawah).
2. Mengajukan permohonan kepada Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi yang ada di negara pemohon, atau langsung ke Kedutaan Besar Arab Saudi jika tidak terdapat Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Arab Saudi di negara pemohon.
F. Link Elektronik Universitas Arab Saudi
1. Universitas Ummul Qura: www.uqu.edu.sa
2. Universitas Islam Madinah www.iu.edu.sa
3. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud: www.imam.edu.sa
4. Universitas al-Malik Saud www.ksu.edu.sa
5. Universitas al-Malik Abdul Aziz: www.kau.edu.sa
6. Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd: www.kfupm.edu.sa
7. Universitas Malik Faishal : www.kfu.sa
8. Universitas Al-Malik Khalid: www.portal.kku.edu.sa
9. Universitas Al-Qassim : www.qu.edu.sa
10. Universitas Thaibah : www.taibahu.edu.sa
11. Universitas At-Thaif : www.tu.edu.sa
12. Universitas Al-Hail : www.uoh.edu.sa
13. Universitas Jazan : www.jazanu.edu.sa
14. Universitas Al-Jauf : www.ju.edu.sa
15. Universitas Al-Baha : www.portal.bu.edu.sa
16. Universitas Tabuk : www.ut.edu.sa
17. Universitas Nejran : www.nu.edu.sa
18. Universitas Al-Hudud As-Syamaliah : www.nbu.sa
19. Universitas Al-Amirah Naurah bin Abdurrahman : www.pnu.edu.sa
20. Universitas Adammam : www.ud.edu.sa
21. Universitas Salman bin Abdul Aziz : www.ku.edu.sa
22. Universitas Syaqra : www.su.edu.sa
23. Universitas Al-Mujamma’ah : www.mu.edu.sa
24. Universitas Malik Abdullah (Sains dan Teknologi): www.kaust.edu.sa
Allaahu A’lam. Semoga bermanfa’at. Bersambung insya Allaah.
Tentang penulis :
Penulis adalah Mahasiswa S2 Teknik Sipil, Universitas Qassim – Arab Saudi.
Continue reading →
Kamis, 19 Februari 2015

Persyaratan Visa Student KSA

0 comments

1. Paspor dan foto copy-nya.
harus tiga nama atau lebih
2. Hasil Medica Check Up resmi Kop GAMCA (Gulf Association Medical Cek Ap)
3. Fotocopi translasi ijazah (bisa inggris atau arab) yang sudah dicap Kemenhukam, Kemenlu, Dikti dan Kedubes.
bisa ke Alhadi Translator 08561882432
4. Ijazah asli dan fotocopinya
5. SKCK asli, dari polda yang bilingual
yang belum punya, bikin start dari RT, RW, Kelurahan, Polsek, Polres, Polda
6. Calling Visa dari MOFA KSA berikut lampiran2nya
ini nunggunya satu tahun dari dinyatakan diterima kampus
7. Booking pesawat
ga harus bayar dulu
8. Rekomendasi dari Kampus 
bebas aja formatnya asal berkop ber tanda tangan dan cap bisa rektor, dekan atau kaprodi
Continue reading →

Berkas Tahap Awal Untuk Dapat Visa

0 comments
Bismillaahirrahmanirrahiim.
Mumpung teringat dan sempat,saya ingin share aja bagi yg kemungkinan join KFUPM bulan Januari 2014.
Sekarang statusnya masih pada menunggu calling visa kan?
Oh ya,calling visa itu pengantar untuk bikin visa di kedutaan.
Sembari menunggu itu sebenarnya udah ada yang bisa dipersiapkan dari sekarang.
Semoga sedikit sharing dari saya ini bermanfaat, versi lengkapnya nanti saya buat insyaaAllah, atau mungkin mas Aditia Rifa'i yg lebih duluan kelar bisa berbagi (meski udah bikin draftnya di blog ya mas? :D)
Kalau lewat biro sebenarnya "nunggu beres", bayar 2,2 juta,untuk cek kesehatan urus sendiri (biayanya 1 juta)

Berikut list hal yang bisa diurus dari sekarang

1. Terjemahan dan legalisir ijazah + tranksrip.
Terjemahannya bisa lewat Al Hadi Translate, bisa kirim scan-an ijazah + transkripnya ke e-mail beliau, trus bisa skalian pake legalisir DepKumHam dan DepLu. kemarin saya bayar 500 ribu udah all-in.
Setelah legalisir 2 departemen itu,masih ada legalisir satu lagi, legalisir DIKTI.
Nah untuk legalisir DIKTI syarat2nya :
  • Surat permohonan yang bersangkutan (ybs) ditujukan kepada Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, maksud dan tujuannya untuk keperluan apa. Misal : Maksudnya buat legalisir ijazah dan transkrip untuk keperluan pengurusan visa. (kalau mau nunggu format suratnya insyaaAllah nanti saya bikinkan)
  • Surat keterangan dari Perguruan TInggi bahwa ybs adalah benar lulusan PT tersebut (surat aslinya). Surat ini bisa dari program studi aja, kalau saya kemarin langsung dari rektor. :)
  • Ijazah yang sudah dilegalisir oleh PT
  • Print out rekaman akademik dari Data EPSBED (dulu alamatnya di evaluasi.dikti.go.id , sekarang di http://forlap.dikti.go.id/)Nah,kalau pas saya cek kemarin datanya gak ada,yang ada cuma biodata saya, Kalau ntar pas rekan2 buka kondisinya sama,tinggal di-screenshot dan print
Kalau proses legalisir DIKTI sebenarnya hari itu bisa selesai, tergantung yang nandatanganin legalisir nya pergi ke luar kota atau gak. Kalau ke luar kota,maksimal 4 hari kerja beres.

2. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Ini bisa dari PolRes atau PolDa aja, syarat2nya (minimal) :
  • fotokopi KK
  • fotokopi KTP
  • fotokopi akte lahir
  • surat pengantar dari RT, RW dan kelurahan (sesuai KTP)
  • pas foto ukuran 4x6, 3-6 lembar, background warna merahkalau di tempat saya butuhnya 3 lembar, cek sharing di lewat penelusuran google ada yg sampe 6 lembar 
  • biayanya Rp 10.000
Nah,nanti kalau dari PolDa dapet SKCK dua bahasa (Indonesia-Inggris). kalau mau yg full-english bisa diurus di MaBes PolRI. Syarat2nya :
  • SKCK asli dari PolRes/PolDa setempat
  • FC KTP
  • FC Paspor
  • FC Akte lahir
  • FC KK
  • Pas foto 4x6, 4 lembar background warna merah
  • Biayanya Rp 15.000

Nah,dua dokumen itu sebisa mungkin diurus sesegera mungkin, terkhusus buat SKCK dan khususnya lagi buat yang tinggalnya (sesuai KTP) tidak di tempat kuliah atau menetap sekarang. Misal, saya sementara menetap di Jogja tapi domisili KTP saya di Pekanbaru. Mumpung liburan juga kan?

Mungkin itu dulu yang bisa saya share.
InsyaaAllah bersambung, karena proses pengurusan visa saya juga belum kelar.
Mohon do'anya dan saling mendo'akan.

Baarakallah fiykum.
Continue reading →

Beasiswa Pascasarjana King Abdul Aziz University 2015

0 comments
Bisa dishare ke yg butuh>>
Tahun ini, King Abdul Aziz University kembali membuka beasiswa untuk pelajar internasional tingkat pascasarjana (hanya untuk laki-laki). Pelamar beasiswa dapat mengajukan aplikasi permohonan beasiswa secara online, yang akan ditutup pada tanggal 28 Februari 2015. (http://dgsscholarship.kau.edu.sa/Default.aspx…)
Ada nilai tersendiri dapat kuliah di Arab Saudi yang tidak akan didapat jika studi di negeri lain. Yaitu, selain bisa kuliah S2/S3 gratis, insya Allah terbuka lebar kesempatan untuk dapat umrah sepanjang tahun dan melaksanakan ibadah haji paling tidak sekali. Karena KAU hanya berjarak 90 km dari kota suci Makkah Al-Mukarramah. Sedangkan untuk ziarah ke Masjid Nabawi, Anda hanya perlu menempuh perjalanan lebih kurang 4 jam ke kota penuh berkah, Madinah Al-Munawwarah (berjarak sekitar 490km).
Uang bulanan sebesar SR 1,900.
Tunjangan untuk keperluan awal saat kedatangan pertama sekali, sebesar SR 1,800.
Asuransi kesehatan.
Akomodasi asrama dan fasilitas penunjang.
Subsidi makan di kantin mahasiswa.
Tunjangan untuk cetak thesis, sebesar SR 4,000 untuk Doktoral dan SR 3,000 untuk master.
Tunjangan untuk pengiriman buku-buku setelah kelulusan.
Tiket pesawat setiap tahunnya sekali, untuk pulang ke negeri asal dan kembali ke KAU lagi.
Bagaimana? cukup menarik bukan… nah tunggu apalagi segera siapkan berkas-berkasnya!
Persyaratannya aadalah sebagai berikut:
Laki-laki dan usia pemohon beasiswa tidak lewat dari 35 tahun untuk progra Doktoral dan tidak melebihi 30 tahun untuk program S2/Master.
Pemohon harus memiliki gelar S1 dari universitas yang terdaftar dan sebaiknya lulus dengan nilai yang baik.
Jika bahasa Inggris bukan bahasa pertama pemohon, maka pemohon harus melampirkan skor kemampuan bahasa Inggris standar untuk boleh mendaftar di program pascasarjana. Skor kemampuan yang memenuhi syarat adalah sbb:
Exam type Score
TOEFL (PBT) 500
TOEFL (CBT) 173
TOEFL (IBT) 61
IELTS 5
Harap diperhatikan, sertifikat kemampuan bahasa Inggris harus kurang dari 2 tahun.
Kemampuan berbahasa Arab wajib bagi pemohon untuk studi agama Islam dan bahasa Arab.
Harus berkelakuan baik dan sehat jasmani.
Surat rekomendasi yang dikirim oleh dua orang dosen pembimbing.
Tidak pernah diberhentikan dari universitas manapun di Arab Saudi.
Sertifikat harus dilegalisir di kedutaan Arab Saudi dimana pemohon menyelesaikan studi S1-nya.
Sedangkan dokumen-dokumen yang diperlukan adalah sbb:
Curriculum vitae pemohon.
Pernyataan tujuan/motivasi belajar dalam bahasa Inggris untuk semua program. Kecuali untuk studi agama Islam dan bahasa Arab harus dalam bahasa Arab.
Salinan sertifikat kelulusan S1 (telah dilegalisir kedutaan Saudi).
Salinan transkrip nilai S1 (telah dilegalisir keduataan Saudi).
Surat rekomendasi yang dikirimkan oleh 2 orang dosen pembimbing terdahulu,
Salinan paspor yang masih valid, minimal untuk 1 tahun.
Untuk jurusan-jurusan pascasarjana yang dibuka silahkan cek disni:http://dgsscholarship.kau.edu.sa/Pages-scholaerships.aspx
Untuk bertanya lebih lanjut silahkan kontak: dgs.scholarship@kau.edu.sa
Sudah siap mendaftar di KAU?!, langsung klik link berikut:http://ags.kau.edu.sa/admplus_out/
Disalin dari group KHAS
Continue reading →
Rabu, 18 Februari 2015

Pengalaman Pengurusan SIM yang Mati atau Baru

0 comments
Perasaan was-was tentu akan menghinggapi setiap pengendara Motor atau Mobil yang tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Bisa saja tiba-tiba dilakukan Razia oleh Polisi Setempat dan bukan main tarif tilang yang akan dikenakan bagi pengendara yang tidak menunjukkan SIM nya. Saya salah seorang pengendara yang baru saja terkena tilang akibat SIM saya sudah mati setahun.

Ketika saya memperlihatkan SIM saya, Pak Polisi itu mengatakan bahwa SIM saya sudah mati dan dendanya itu Rp 250.000,-. Saya ditanya, kapan ada waktunya untuk ikut persidangan?

Ketika itu saya agak sedikit panik karena akan berurusan dengan pengadilan. Banyak waktu yang saya habiskan jika memenuhi panggilan tersebut. Tapi bukan ini yang ingin saya ceritakan pada tulisan saya kali ini. Saya ingin membagi pengalaman mengurus SIM di PolWilTabes Makassar.

Mungkin ada sebagian kita beranggapan akan dipersulit atau ribet urusnya, atau ada yang berfikir harus punya orang dalam agar lancar. Sejenak pikiran saya terlintas seperti itu. Saya akhirnya mencari tahu bagaimana pengurusan SIM, mulai dari Searching di Om Google sampai tanya kepada teman yang sempat sudah mengurus dan berhasil.

Persyaratan Permohonan SIM perseorangan
Persyaratan pemohon SIM perseorangan berdasarkan Pasal 81 UU No. 22 Tahun 2009
1. Usia
- 17 tahun untuk SIM C dan D
- 18 tahun untuk SIM A
- 21 tahun untuk SIM B1
- 21 tahun untuk SIM B2
- mengisi formulir permohonan
- rumusan sidik jari
- sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis
- ujian praktek dan/atau
- ujian ketrampilan melalui simulator
- SIM C Rp. 100.000


2. Administratif
- memiliki Kartu Tanda Penduduk
3. Kesehatan
- sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter
4. Lulus ujian
- ujian teori
5. Biaya pembuatan SIM baru
- Biaya Pembuatan SIM A Rp 120.000
- Biaya asuransi: Rp 30.000.
(Sumber Divisi Humas Mabes Polri)

Ribet bukan? belum lagi pernah saya dengar ada polisi yang ikut ujiannya katanya banyak salahnya. Apalagi kita sebagai masyarakat biasa.

Namun fakta berbicara lain ketika sudah di lapangan. Ketika saya pergi ke Polwiltabes Makassar, saya ditanya oleh penjaga polisi di pintu masuk,

Polisi: mau urus apa de'?

Saya: mau urus SIM pak

Polisi: sudah ada yang uruskan di dalam?

Saya: belum ada pak

Polisi: Kalau begitu silahkan masuk ke pos dulu

Akhirnya saya masuk dan bukan cuman saya yang ada disitu melainkan ada juga dua orang bapak-bapak yang punya urusan sama dengan saya

Polisi: bisa lihat KTP nya?

Saya; ini pak.

Polisi: mau sim A atau C

Saya: A pak

Polisi: kalau gitu tunggu teman saya yang didalam supaya ade' di uruskan didalam

Saya: iya pak terima kasih pak

Polisi: silahkan ikuti teman saya urus SIM, tolong bantu ini ade' kasian, mau urus SIM

Alhamdulillah saya merasa tertolong sekali sekaligus bertanya-tanya dalam hati kok baik sekali polisisnya ya.

Pas di dalam saya langsung dimintai uang sebesar Rp 350.000,- waduh besar amat. Tanpa Nota lagi.
Setelah itu saya digiring langsung ke tempat foto SIM tanpa melewati proses ujian yang ribet itu.

Akhirnya saya di foto dan tanda tangan kemudian diberikan kertas pengganti kartu SIM sementara sampai SIM nya jadi.

Inilah yang terjadi dilapangan, Teori tidak sama dengan Kenyataan. Silahkan menilai Sendiri Institusi Kepolisian Negara kita.

Terima Kasih
Continue reading →
Minggu, 15 Februari 2015

Pengalaman Wawancara Beasiswa LPDP

0 comments
Alhamdulillah merupakan sebuah ungkapan yang pantas diucapakan bagi seorang mukmin yang telah mendapatkan nikmat atau terlepas dari suatu masalah atau terbebas dari beban. Mungkin inilah yang saya rasakan saat ini sekaligus berdebar-debar penuh harap dan cemas menunggu pengumuman hasil wawancara LPDP yang in sya Allah akan di umumkan sekitar bulan maret.

Mengenai LPDP, saya akan berbagi kisah pengalaman saya mengurus beasiswa LPDP, bagaimana sebenarnya LPDP itu, mulai dari urus berkas hingga wawancara.

Bermula dari informasi yang saya dapatkan dari teman bahwa LPDP sedang terbuka hingga Januari. Tanpa pikir panjang lagi akhirnya saya mencoba membuka situs LPDP dan mencari tahu syarat-syaratnya, sekaligus konsultasi dengan kakak senior yang telah lulus.

Tahap awal dari Beasiswa LPDP ini harus membuat akun terlebih dahulu, kemudian mengisi tujuan studi kita kemana dan prodi apa. Selanjutnya lengkapi data diri dengan sejujur-jujurnya karena pas wawancara kebanyakan yang ditanyakan dari data pribadi. Ingat! penuhi semua syarat minimal agar bisa lolos berkas seperti skor TOEFL ITP minimal 500 untuk dalam negeri dan 550 untuk Luar Negeri, IPK minimal 3.00 skala 4 dan yang lainnya. Langsung saja buka situsnya di http://beasiswa.lpdp.depkeu.go.id/index.php/site/login.

Masih di tahap awal, usahakan pengalaman-pengalaman di isi sebanyak mungkin dan tidak perlu khawatir dalam pembuktiannya berupa sertifikat karena pihak LPDP tidak meminta untuk dilampirkan sertifikat-sertifikat seminar/workshop yang pernah kita ikuti. Nanti pada saat wawancara baru akan di tanyakan apakah jujur atau tidak. Ini juga sangat membantu pihak penyeleksi berkas mempertimbangkan anda pantas untuk di loloskan atau tidak mengingat beasiswa LPDP ini kata Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, alumni LPDP diharapkan bukan hanya melahirkan ilmuwan saja akan tetapi sosok pemimpin yang bisa mengisi posisi-posisi startegis di pemerintahan Negara Indonesia. Olehnya itu perbanyak pengalaman Organisasi anda, ikuti seminar-seminar yang mendukung arah studi anda, ikuti lomba-lomba yang ada agar memperkuat kedudukan anda untuk lolos berkas.

Tahap kedua. Email dari LPDP masuk ke email saya yang menyatakan bahwa saya lolos dan harus mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara. Waktu itu tempat wawancara saya di Gedung IPTEK UNHAS. Didalam email sudah dicantumkan nomor registrasi, waktu dan tempat wawancara saya. Juga berkas-berkas yang wajib dibawa sebelum wawancara. Ini untuk mengecek keaslian berkas yang telah kita Upload seperti 
1. Ijazah
2. Transkrip Nilai 
3. Sertifikat Toefl
4. Surat Pernyataan (bermaterai)
5. Rekomendasi dari Dosen atau Tokoh Masyarakat
6. Surat Izin lanjut Studi bagi yang bekerja
7. KTP elektrik (saya tidak punya jadi disuruh tunjukin KK)
semua berkas diatas harus ASLI. Tidak bisa Photocopyannya. Khusus yang jalur Afirmasi Ijazah dari SD hingga Perguruan Tinggi. Dokumen inilah yang perlu disiapkan jika ingin mendaftar.

Dalam tahap ini bukan hanya wawancara tetapi juga saya harus mengikuti LGD (Leadership Group Discussion). Saya kebetulan mendapat jadwal wawancara hari selasa dan LGD hari senin.

Pada saat LGD, topik yang diberikan berbeda-beda tiap kelompok dan kebetulan kelompok saya mendapat topik tentang Memperluas Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba. Teman saya di kelompok lain tentang Pendidikan, ada juga tentang tayangan TV. Intinya isu-isu hangat yang terjadi di Indonesia 2 bulan terakhir. Tipsnya, perbanyak baca Koran, Majalah, Berita terkait peristiwa yang terjadi di Indonesia agar kita kelihatan berwawasan dan punya bahan diskusi. Tapi ingat jangan berlebihan, kuantitas bacaan Quran harus di nomor satukan. Pada saat saya memasuki ruangan LGD terdapat 2 orang penilai, 1 Psikolog, 1 nya lagi Dosen. Dia hanya memberikan Paper bahan diskusi dan memberikan arahan silahkan di baca dan waktunya 45 menit, kami tidak akan mengintervensi. Tips selanjutnya adalah silahkan berinisiatif menjadi Moderator dan menunjuk Notulen untuk memulai diskusi itu agar berjalan. Ingat, teman kelompok kita di acak dan tidak ada yang saling kenal-mengenal kecuali kita telah mencari tahu sebelumnya teman kita dan kita susun strategi sebelum masuk ruangan. Tips selanjutnya, jangan memonopoli pembicaraan, usahakan semua teman berbicara dan mengutarakan pendaptnya, jangan terlalu lama, itu bisa mengurangi nilai (menurut saya). Usahakan satu pendapat, jangan sampai voting untuk menentukan sikap yang diambil oleh kelompok dalam menyimpulkan hasil diskusi.

Selanjutnya wawancara, terdiri dari 3 orang, 1 Psikolog dan sisanya Profesor. Pada saat giliran saya, saya ditanya macam-macam mulai dari

1. Perkenalkan diri anda, silahkan berbicara dengan rileks serta tetap tersenyum. Tatap mata mereka, jangan suka menunduk

2. Anda memilih jurusan apa? Prodi apa? apakah selaras dengan latar belakang pendidikan anda? Kenada pilih Prodi itu? Kenapa bukan Prodi Lain? Kenapa Universitas itu? Kalau saya menjawab apa adanya, kebetulan saya dari pendidikan matematika dan menargetkan Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP). Untungnya ini selaras bagi Latar belakang pendidikan manapun. Saya target Universitas Negeri Yogyakarta dengan alasan karena masuk top 10 besar universitas terbaik di Indonesia, karena Prodi PEP akreditasinya A (sebutkan link buktinya contoh situs kampusnya), juga karena di jogja merupakan kota pendidikan yang sangat kondusif untuk menambah keilmuan saya serta karena Prodi PEP masih sedikit yang memilihnya padahala di semua jurusan Perguruan Tinggi itu sudah diajarkan, makanya saya pilih itu. Akhirnya mereka mengangguk.

3. Sebutkan apa saja yang telah anda lakukan di masyarakat? Saya jawab mengajar ngaji dan matematika.

4. Apa karya terbaik yang pernah anda lakukan selama hidup anda untuk masyarakat? saya jawab, saya pernah menjadi ketua panitia Seminar Nasional Pendidikan yang berhasil mendatangkan Ust Budi Ashari, Bapak Mutammimul Ula dan Istrinya yang berhasil mendidik 10 anaknya menjadi penghafal alquran dan berprestasi. Kemudian mereka bertanya lagi, terus siapa yang hadir dan apa follow up setelah acara tersebut? saya jawab kebanyakan yang hadir waktu itu guru-guru dan dosen. follow upnya dosen saya mengadakan semacam pengajian dari kegiatan itu yang mengkaji tentang nilai-nilai Intelektual yang selaras dengan Spiritual.

5. Apa cita-citamu? setelah kamu selesai, apa peranmu nanti untuk Indonesia? saya jawab, saya in sya Allah akan jadi dosen. Untuk Indonesia saya akan membantu pak menteri mengevaluasi pendidikan di Indonesia sudah sejauh mana keberhasilannya dalam mendukung tujuan pendidikan Indonesia dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 1-5.

6. Jika Kamu tidak dapat beasiswa ini, apakah kamu tetap akan lanjut Studi? saya jawab saya akan tetap lanjut dan terus berusaha agar memberikan kontribusi untuk agama bangsa dan negara.

7. Saya melihat nilai TOEFL mu cukup tinggi, Can you introduce your self? What is your reason you choose this University? Saya jawab dengan bahasa Inggris. 

Setelah wawancara tinggal menunggu pengumuman untuk ikut tahap selanjutnya yaitu PK (Pelatihan Kepemimpinan) sekitar 7-10 hari. Mudah-mudahan kita semua bisa Lulus. Amin.

Inilah beberapa pengalaman saya semoga bermanfaat dan boleh di sebarkan agar banyak yang bisa mempersiapkan dirinya dan bisa Lolos LPDP.

Terima Kasih.

Bagi yang ingin melihat contoh essay, Silahkan download:

Rencana Studi klik di https://drive.google.com/file/d/0B_U_10dxJJ16NW5tNXRyMnBfMjg/view?usp=sharing

Continue reading →
Minggu, 11 Januari 2015

Tanda-tanda Hari Kiamat (Syaikh Muhammad Al Arifi)

1 comments

Ilustrasi Hari Kiamat
Sumber: https://yuywahyudin.wordpress.com
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wa sshalatu was salamu ala rasulillah wa 'ala 'alihi wa sahbihi wa sallam.

Tidak terasa dunia yang kita tempati sekarang ini semakin hari semakin menua, itu ditandai dengan banyaknya bencana yang terjadi dimana, apakah ini fenomena alam biasa atau merupakan tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat?

Ada sebuah buku yang dikarang oleh seorang Syaikh muda yang terkenal, Syaikh Muhammad Al Arifi Hafidzahullah, judulnya "Tanda-Tanda Hari Kiamat". Buku ini baru saja di syarah oleh seorang Ustadz ahli Hadist, Ust. Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA. Hafidzahullah.

Dalam pengajian yang beliau bawakan, beliau memulai mensyarah buku tersebut dengan memuji penulisnya terlebih dahulu dan ini kebiasaan para ulama sebelum mengambil faidah dari buku tertentu, terlebih dahulu dijelaskan secara singkat biodata penulis. Silahkan di cari biografi Syaikh Muhammad Al Arifi karena dalam tulisan ini tidak akan dijelaskan siapa beliau.

Setelah beliau (Ust. Yusran) menjelaskan biografi singkat penulis buku, beliau memulai menjelaskan buku itu dengan menyebutkan manfaat mempelajari tanda-tanda hari kiamat, diantara yang beliau sebutkan;


1. Kita mempelajarinya karena merupakan salah rukun Iman yang wajib kita yakini. Tidak sempurna keimanan seseorang jika belum meyakini semua rukun Iman yang enam, salah satunya adalah Iman kepada hari kiamat.


2. Akan memotivasi diri untuk lebih banyak beribadah kepada Allah azza wa jalla. Seseorang tidak akan tahu kapan datangnya hari kiamat, baik kiamat kecil (kematian) maupun kiamat besar. Oleh karena itu kita senantiasa terus bersiap-siap menyambut kedatangannya.

3. Mengajarkan kepada kita sebagian hukum-hukum fiqih. Misalnya, waktu yang terasa begitu cepat berlalu. Hazrat Anas (ra) menyebutkan : "Rasulullah sallallahu alaihi wassalam berkata :

Hari Kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari dan satu hari yang berlalu seperti satu jam dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat. (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).
Waktu akan semakin singkat dan malam dan siang datang silih berganti ( Kematian, Hari Kiamat- Pertanda  Akhir Zaman, Halaman .374 no.681).
Di akhir Zaman kelak waktu begitu singkat sehingga para sahabat ada yang bertanya, bagaimana shalat pada waktu itu, maka Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam mengatakan shalatlah dengan memperkirakan waktu tiap shalat apakah sudah masuk atau tidak.
4. Menunjukkan bahwa Nabi Sallallahu alaihi wasallam adalah seorang Nabi yang mendapatkan wahyu dari Allah. Bukan tukang sihir, peramal dan sebagainya.
5. Menjadikan kita semakin siap dalam menghadapi hari kiamat.
6. Bisa sedikit memuaskan keinginan kita yang suka mencari tahu tentang hal-hal yang ghaib.
Ada beberapa hal yang perlu kita pahami dalam mempelajari tanda-tanda hari kiatmat:
1. Sumber rujukan ialah dari Al Qur'an dan Sunnah yang sahih saja karena tidak ada yang lebih tahu selain Allah dan Rasulnya, sebagaimana dalam QS. An Naml:65 dan QS. Jin: 26-27.
2. Kabar yang disampaikan sebatas tanda-tandanya saja. Bukan waktu kapan terjadinya hari kiamat. Namun hari kepastian terjadinya hari kiamat adalah pada hari Jumat. Tetapi kita tidak tahu kapan terjadinya.
Wallahu a'lam
Continue reading →
Minggu, 17 Agustus 2014

Arti Kemerdekaan

0 comments
Assalamuakalaikum. Apa kabar? Sudah lama tidak nulis lagi. Setelah sekian lama berhibernasi mencari inspirasi akhirnya kumulai juga. Semangat baru, semangat kemerdekaan.

Sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadalian. (Pembukaan UUD 1945)

Apa sih kemerdekaan itu?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kemerdekaan adalah:
  • (kata benda) di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya.
  • (kata benda) di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Lantas arti Negara itu apa?

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politikmiliterekonomisosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. (http://id.wikipedia.org/wiki/Negara)

Kata seorang tokoh masyarakat sekaligus Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muh. Zaitun Rasmin, Lc., MA. Negara dalam sudut pandang islam merupakan sesuatu yang sangat penting, manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan negara. Negara penting karena ada aturan-aturan yang wajib di taati.
Lanjut beliau, tujuan negara dalam islam ialah untuk menjaga agama dan urusan dunia.

Maka dari itu penting adanya sebuah wadah agar dapat mengayomi seluruh masyarakat yang ada didalamnya, lantas apakah dengan kemerdekaan indonesia yang ke-69 ini sudah betul-betul merdeka? jika tidak, apakah karena sistem pemerintahan yang digunakan tidak cocok untuk memerdekakan rakyat? apakah dengan masih adanya diskriminasi dan intoleran di berbagai daerah Indonesia menandakan kemerdekaan? yang penduduknya mayoritas muslim namun pelarangan jilbab serta aturan yang tidak berpihak pada mayoritas muslim, masih kita sebut dengan kemerdekaan?

Entahlah,

Yang jelas, kemerdekaan itu ialah ketika setiap orang bebas dari penghambaan sesama makhluk kepada penghambaan hanya kepada Yang Maha Esa, Allah tabaraka wa ta'ala.

Sebagai penutup sebuah ungkapan yang penuh hikmah bagi yang berfikir, "Kebanyakan orang hanya bisa mencela kegelapan namun tidak pernah berupaya untuk menemukan solusi agar kegelapan itu hilang".


Makassar, 21 Syawwal 1435 H/ 17 Agustus 2014 M
Abu Muhammad Al Makassary
Continue reading →
Jumat, 31 Januari 2014

Kisah Perjalan Cinta Seorang Muslimah Gorontalo

0 comments
Kisah Maryani ( Aryani ), Akhwat Gorontalo

mungkin ada sahabat yang pernah membaca atau mendengar kisah ini. Kisah yang menyedihkan, mengharukan, dan kebahagiaan ada di dalamnya. Selamat membaca

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Namaku Maryani, orang-orang biasa memanggilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lekang dari benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup, bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Ya, sebuah perjalanan kisah yang sungguh membuat aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa tidak ada lagi orang seperti dia di dunia ini.

Pembaca nurani yang baik. Tahun 2007 silam aku dipaksa orang tuaku untuk menikah dengan seorang pria, kak Arfan namanya. kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tetapi dia seleting dengan kakakku waktu sekolah dulu, usia kami terpaut 4 tahun, yang aku tahu bahwa sejak kecilnya kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadahnya. Dan tabiatnya seperti itu terbawa-bawa hingga ia dewasa, aku merasa risih sendiri dengan kak Arfan apabila berpapasan dijalan semisal. Sebab sopan santunnya sepertinya terlalu berlebihan kepada orang-orang, geli aku menyaksikannya. Yaaah kampungan banget gelagatnya, setiap ada acara-acara ramai di kampung pun kak Arfan tidak pernah terlihat bergabung dengan teman-temannya, pasti kalau dicek kerumahnya nggak ada, orang tuanya pasti menjawab : “Kak Arfan sedang dimasjid nak, sedang menghadiri ta’lim” dan memang mudah sekali mencari kak Arfan. Sejak lulus dari pondok Pesantren Al-Akhirat Gorontalo kak Arfan selalu menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Terkadang teman-teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan.

Secara fisik memang kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya, sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara didesa semisal. Tetapi bagiku sendiri itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri ta’lim? Kurang pergaulan dan kampungan banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, “kok bisa ya ada orang yang sekolah di kota begitu kembali ke desa tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaannya yang melekat pada dirinya, Hp aja nggak punya, selain membantu orang tua pasti kerjanya ngaji, shalat, ta’lim dan kembali kepekerjaan lagi. Seolah ruang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja. Sekali-kali ke bioskop kek, ngumpul bareng teman-teman kek setiap malam minggunya di pertigaan kampung, yang pada malam minggu itu ramainya luar biasa. Apalagi setiap malam kamis dan malam minggu ada acara curhat kisah yang top banget, di sebuah stasiun radio swasta di Gorontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan penyiarnya juga Satria Herlambang.

Pembaca nurani yang baik. Waktu terus bergulir, dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang sangat aku cintai, Boby namanya. Masa-masa indah aku lewati bersama Boby, indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah ini akhirnya tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal, yaa siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan. Lewat Pamanku orang tua kak Arfan melamarku untuk anak yang kampungan itu, mendengar penuturan Mama saat memberi tahu tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu, dengan tegas dan tidak terbelit-belit aku sampaikan kepada orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarga kak Arfan dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku. Ya, dengan terang-terangan pula aku sampikan bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby namanya. Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur ke lantai, akupun tidak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat Mama shock. Baru ku tahu bahwa yang membuat Mama shock itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran kak Arfan, hatiku sedih saat itu dan kurasakan dunia begitu kelabu, aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, bingung dan tidak tahu apakah harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasihku Boby? Hatiku sedih saat itu, akhirnya dengan berat hati dan penuh rasa kesedihan aku menerima lamaran kak Arfan untuk menjadi suamiku, dan kujadikan malam terakhir perjumpaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan segala kesedihanku. Jujur, meskipun kami saling mencintai tetapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan kak Arfan, karena saat itu Boby belum siap untuk membina rumah tangga.

Pembaca yang budiman. Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahan kami pun digelar, aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku, air mataku tumpah dimalam resepsi pernikahan itu, ditengah-tengah senyuman orang-orang yang hadir diacara resepsi pernikahan itu, mungkin akulah orang yang paling tersiksa karena masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah aku cintai. Dan yang paling membuatku tidak bisa menahan air mataku, ternyata mantan kekasihku Boby juga hadir diacara resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah, mengapa harus yang menjadi korban semua ini adalah aku? Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap hingga akhirnya selesailah acara resepsi pernikahan kami, satu persatu tamu undangan mulai pulang hingga sepilah rumah kami, saat masuk kedalam kamar aku tidak mendapati suamiku kak Arfan didalamnya. Dan sebagai seorang istri yang terpaksa harus menikah dengannya, maka akupun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku diatas ranjang setelah sebelumnya kuhapus make up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tidak perduli kemana suamiku malam itu, karena rasa capek dan diserang kantuk pun akhirnya aku tertidur. Tiba-tiba di sepertiga malam aku tersentak ketika ada sesosok hitam berdiri disamping ranjang tidurku, dadaku berdegup kencang, aku hampir saja berteriak histeris andai saja aku saat itu tidak mendengar suara takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu, perlahan aku mulai memperhatikan sosok yang berdiri itu, ternyata sosok yang berdiri itu adalah kak Arfan, suamiku yang sedang shalat tahajud, perlahan aku membalikkan tubuhku sambil membelakanginya yang saat itu sedang shalat tahajud, ya Allah aku lupa bahwa aku saat ini sudah menjadi istrinya kak Arfan, tetapi meskipun demikian aku masih belum bisa menerima kehadirannya dalam hidupku, saat itu karena masih dibawa perasaan mengantuk akupun kembali tertidur, hingga pukul 04.00 dini hari aku dapati suamiku sedang tidur beralaskan sejadah dibawah ranjang pengantin kami, dan kembali aku berdegup kencang tatkala mendapatinya, aku masih lupa dan belum percaya kalau aku telah bersuami semalam, tetapi ada sebuah tanya yang terdetik dalam dadaku, mangapa kak Arfan tidak tidur seranjang bersamaku? Kalaupun dia belum mau menyentuhku, yaa paling tidak tetap seranjang denganku, itukan logikanya, ada apa ini? Ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa malam itu mungkin kak Arfan kecapean sama seperti diriku hingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami dimalam pertama, tetapi apa perduliku dengan semua itu, toh akupun tidak menginginkannya. Itulah gumamku dalam hati.

Pembaca nurani yang budiman. Hari terus berlalu dan kamipun menjalani aktivitas kami masing-masing, kak Arfan bekerja mencari rizki dengan pekerjaannya dan aku dirumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku, ya paling tidak menyediakan makanan buatnya meskipun kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku terkadang masih merinduinya. Semula aku pikir bahwa prilaku kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan tidak pernah menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi pada malam pertama pernikahan kami tetapi ternyata yang terjadi adalah hampir setiap malam sejak malam pengantin itu kak Arfan masih tidur dibawah ranjang beralaskan permadani atau tidur diatas sofa didalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur, segala kebutuhanku selalu dipenuhinya secara lahir dia selalu menafkahi diriku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhkan. Tetapi soal biologis entah mengapa kak Arfan tidak pernah sama sekali mengungkitnya atau menuntutnya dariku, bahkan yang tidak pernah aku pahami pernah kami secara tidak sengaja bertabrakan didepan pintu kamar dan kak Arfan meminta maaf seolah bersalah karena telah menyentuh diriku. Ada apa dengan kak Arfan, apa dia lelaki normal? Kenapa dia begitu dingin kepadaku? Apakah aku kurang dimatanya? Atau………

Pembaca yang budiman. Jujur merasai semua itu membuat banyak tanya dalam benakku, ada apa dengan suamiku? Bukankah dia pria yang beragama dan menafkahi istri secara lahir dan batin adalah kewajiban seorang suami, ada apa dengannya? Padahal setiap hari dia mmengisi acara-acara keagamaan di masjid begitu santun kepada orang-orang dan kepada orang tuanya bahkan kepadaku kewajibannya hampir semua dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekalipun dia mengasari aku, berkata keras padaku, bahkan kak Arfan terlalu lembut padaku, tapi satu yang belum ia tunaikan yaitu nafkah batin. Aku sendiri saat mendapatkan perlakuan darinya yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku kepadanya dan membuatku perlahan melupakan masa laluku bersama Boby, aku bahkan mulai merindukannya tatkala kak Arfan sedang tidak ada dirumah, aku bahkan berusaha selalu menyenangkan hatinya dengan melalukan anjuran-anjuran yang dia sampaikan lewat ceramah-ceramah kepada muslimah umumnya, yakni memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, kak Arfan memberikan hadiah yang diisi dalam sebuah karton besar kepadaku. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga ternyata isinya adalah 5 potong jubah panjang berwarna gelap, 5 buah jilbab panjang sampai kelutut juga berwarna gelap, 5 pasang kaos kaki panjang dan tebal berwarna hitam dan 5 pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku merasa sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam benakku dan dalam bayanganku bahwa inilah konsekwensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya ternyata dugaanku salah sama sekali, sebab hadiah itu tidak pernah sama sekali disentuhnya atau ditanyainya dan kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun, ku kenakan busana itu biar ia tahu bahwa aku menganggapnya istimewa bahkan kebiasaannya sebelum tidur mengaji sudah mulai aku ikuti. Kadang-kadang ceramahnya dimasjid sering aku ikuti dan aku praktekan dirumah. Tetapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya, entah mengapa hingga memasuki 6 bulan pernikahan kami dia tidak pernah menyentuh aku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur ia awali dengan mengaji lalu tidur diatas hamparan permadani dibawah ranjang hingga ia terjaga lagi disepertiga malam dan melaksanakan shalat tahajud. Hingga suatu saat kak Arfan jatuh sakit, tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi, aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya? Sebab kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku, aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasanya untuk membantu. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tetapi apa yang harus aku lakukan ya Allah? Aku bingung saat ini.

Pembaca nurani yang baik. Malam itu aku tidur dalam keadaan gelisah, aku tidak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak, ku dengar kak Arfan sering mengigau kecil, mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau sementara malam begitu dingin disertai hujan yang sangat deras dan angin yang bertiup kencang. Kasian kak Arfan pasti dia sangat kedinginan saat itu, perlahan-lahan aku bangun dari pembaringan dan duduk kemudian menatapnya yang sedang tertidur pulas. Perlahan aku pasangkan selimutnya yang sudah menjulur kebawah, ingin sekali aku merebahkan diriku disampingnya atau hanya sekedar mengompresnya dengan air hangat. Tetapi aku tidak tahu bagaimana harus memulainya, hingga aku akhirnya tidak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya. Tetapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya kak Arfan terbangun dan duduk menjauhiku sambil berujar, “Afwan dek, kau belum tidur, Kenapa ada dibawah? Nanti kau kedinginan, ayo naik lagi keranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit” pinta kak Arfan kepadaku, hatiku miris saat mendengar semua itu, dadaku sesak, mengapa kak Arfan selalu dingin kepadaku? Apakah dia menganggap aku orang lain? Apa dihatinya tidak ada sama sekali cinta untukku? Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali aku luapkan, hingga akhirnya gemuruh dihatiku tak bisa aku bendung juga. “Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini kepadaku begitu dingin, kau bahkan tidak pernah mau menyentuhku, walaupun hanya sekedar menjabat tanganku, bukankah aku ini istrimu, bukankah aku telah halal buatmu, lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan dikamarmu, apa artinya diriku bagimu kak, apa artinya bagiku, apa artinya diriku, kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahi aku kak, mengapa?” itulah ujarku disela isak tangis yang tidak bisa aku tahan. Tidak ada reaksi apapun dari kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu, yang nampak adalah dia malah memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel didinding kamar kami, hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar kepadaku, “Dek, jangan kau pernah bertanya kepada kakak tentang perasaan ini padamu, karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu tetapi sebaliknyalah tanyakan hal itu pada dirimu sendiri. Apa saat ini telah ada cinta untuk kakak? Kakak tahu dan kakak yakin suatu saat kau akan bertanya mengapa selama ini sikap kakak begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf dek bila semuanya baru kakak kabarkan malam ini, kau mau tahu apa sebenarnya maksud kakak dengan semua ini?” ujar kak Arfan dengan agak sedikit gugup. “Ya saya mau tahu, tolong jelaskan ini padaku kak, mengapa kakak begitu tega lakukan ini padaku? Tolong jelaskan kak!” ujarku menimpali tutur kak Arfan. Saat itu kak Arfan memulainya dengan helaan nafas panjang. “Dek, kau tau apa itu pelacur, dan apa pekerjaan dari seorang pelacur? Afwan dek, dalam pemahaman kakak seorang pelacur adalah wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa perduli apakah dihatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air matanya manakala dia harus melayani lelaki yang tidak ia cintai bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dengan apa yang sedang terjadi saat itu, dan kakak tidak ingin itu terjadi padamu karena kau bukan pelacur, kau istriku dek kau bukan pelacur. Betapa bejatnya kakak ketika kakak memaksamu harus melayaniku dengan paksa saat malam pertama pernikahan kita sedangkan dihatimu tidak ada cinta sama sekali buat kakak, alangkah berdosanya kakak bila saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak, tetapi ada lelaki lain. Kau mau tahu dek? Sehari sebelum pernikahan kita, kakak sempat datang kerumahmu untuk memenuhi undangan bapakmu, namun begitu kakak sampai tepat berada didepan pintu gerbang rumahmu, kakak melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu Boby. Kau ungkapkan bahwa kau tidak mencintai kakak, kau ungkapkan bahwa kau hanya akan mencintai Boby selamanya, kau tahu dek? Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah merampas kebahagiaanmu, dan kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak ini karena terpaksa, kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan bahwa begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas, haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu? Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak terpaksa menunaikan kewajiban sebagai seorang suami pada malam pertama, sementara kau sendiri seolah mematung dan berderai air mata seperti seorang pelacur. Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku, kau tahu? Kakak begitu sangat mencintaimu dan kakak akan menunaikan semua itu manakala dihatimu sudah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu, agar kau menikmati dengan apa yang kita lakukan bersama. Dan Alhamdulillah apabila hari ini kau sudah mencintai kakak dan kakak juga sangat bersyukur jika hari ini kau telah melupakan mantan kekasihmu itu, beberapa hari ini kakak perhatikan kau juga sudah mengenakan busana yang syar’I, pinta kakak padamu dek luruskan lagi niatmu kalau kemarin kau mengenakan busana syar’I itu hanya untuk menyenangkan kakak semata, maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah SWT setelahnya tentunya untuk kakak.”

Pembaca nurani yang budiman. Mendengar semua itu aku memeluk suamiku aku merasa bahwa dia adalah lelaki yang terbaik selama hidupku, aku bahkan telah melupakan Boby, aku merasa bahwa malam itu aku adalah wanita yang paling bahagia, karena meskipun dalam keadan sakit untuk pertama kalinya kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan penuh kebahagiaan, kak Arfan begitu sangat kharismatik terkadang dia seperti seorang kakak buatku terkadang seperti orang tua, darinya aku banyak belajar, perlahan aku mulai meluruskan niatku aku mengenakan busana syar’I semata-mata hanya karena Allah dan untuk menyenangkan suamiku. Sebulan setelah malam itu dalam rahimku telah tumbuh benih-benih hasil dari buah cinta kami berdua, Alhamdulillah aku sangat bahagia bersuamikan dia darinya aku belajar agama yang banyak, aku menjadi mutarobbinya. Hari demi hari kami lalui bersama dengan penuh kebahagiaan, ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan dan aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangan dia.

Pembaca nuani yang baik. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman hasil buah cinta kami berdua, anak pertama kami berdua, diakhir tahun 2008 kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang, kak Arfan meninggal dunia dirumah sakit sehari setelah tabrakan tersebut. Aku sangat kehilangannya, aku seperti kehilangan penopang hidupku, aku kehilangan kekasihku, aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku.

Pembaca nurani yang budiman. Tidak pernah terbayangkan bahwa kehidupan kami bersama begitu singkatnya, yang tidak pernah aku lupakan diakhir kehidupan kak Arfan dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku. “Dek, pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan, kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu dek, jaga Abdurrahman dengan baik, jadikanlah dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama Allah dan senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat, memberikan yang terbaik untuk ummat, didik dia dengan baik dek jangan kau sia-siakan dia. Satu permintaan kakak, kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita, maafkan kakak dek bila selama bersamamu ada yang kurang yang telah kakak perbuat untukmu, senantiasalah berdoa kalau kita berpisah di dunia saat ini, Insya Allah kita akan bersua kembali di akhirat kelak. Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi terlebih dahulu meninggalkan dirimu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu.” Demikianlah pesan terakhir kak Arfan sebelum keesokan harinya kak Arfan meninggalkan dunia ini, hatiku sangat sedih saat itu, aku merasa sangat kehilangan, tetapi aku berusaha mewujudkan apa yang menjadi harapan teakhirnya.

Sahabat, mari luruskan niat kita...
...mewujudkan apa yang menjadi harapan teakhirnya.

(SUMBER: 
https://www.facebook.com/pages/Tarbiyah/137758366270830)
Foto: Kisah Maryani ( Aryani ), Akhwat Gorontalo

mungkin ada sahabat yang pernah membaca atau mendengar kisah ini. Kisah yang menyedihkan, mengharukan, dan kebahagiaan ada di dalamnya. Selamat membaca

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Namaku Maryani, orang-orang biasa memanggilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lekang dari benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup, bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Ya, sebuah perjalanan kisah yang sungguh membuat aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa tidak ada lagi orang seperti dia di dunia ini.

Pembaca nurani yang baik. Tahun 2007 silam aku dipaksa orang tuaku untuk menikah dengan seorang pria, kak Arfan namanya. kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tetapi dia seleting dengan kakakku waktu sekolah dulu, usia kami terpaut 4 tahun, yang aku tahu bahwa sejak kecilnya kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadahnya. Dan tabiatnya seperti itu terbawa-bawa hingga ia dewasa, aku merasa risih sendiri dengan kak Arfan apabila berpapasan dijalan semisal. Sebab sopan santunnya sepertinya terlalu berlebihan kepada orang-orang, geli aku menyaksikannya. Yaaah kampungan banget gelagatnya, setiap ada acara-acara ramai di kampung pun kak Arfan tidak pernah terlihat bergabung dengan teman-temannya, pasti kalau dicek kerumahnya nggak ada, orang tuanya pasti menjawab : “Kak Arfan sedang dimasjid nak, sedang menghadiri ta’lim” dan memang mudah sekali mencari kak Arfan. Sejak lulus dari pondok Pesantren Al-Akhirat Gorontalo kak Arfan selalu menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Terkadang teman-teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan.

Secara fisik memang kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya, sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara didesa semisal. Tetapi bagiku sendiri itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri ta’lim? Kurang pergaulan dan kampungan banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, “kok bisa ya ada orang yang sekolah di kota begitu kembali ke desa tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaannya yang melekat pada dirinya, Hp aja nggak punya, selain membantu orang tua pasti kerjanya ngaji, shalat, ta’lim dan kembali kepekerjaan lagi. Seolah ruang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja. Sekali-kali ke bioskop kek, ngumpul bareng teman-teman kek setiap malam minggunya di pertigaan kampung, yang pada malam minggu itu ramainya luar biasa. Apalagi setiap malam kamis dan malam minggu ada acara curhat kisah yang top banget, di sebuah stasiun radio swasta di Gorontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan penyiarnya juga Satria Herlambang.

Pembaca nurani yang baik. Waktu terus bergulir, dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang sangat aku cintai, Boby namanya. Masa-masa indah aku lewati bersama Boby, indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah ini akhirnya tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal, yaa siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan. Lewat Pamanku orang tua kak Arfan melamarku untuk anak yang kampungan itu, mendengar penuturan Mama saat memberi tahu tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu, dengan tegas dan tidak terbelit-belit aku sampaikan kepada orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarga kak Arfan dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku. Ya, dengan terang-terangan pula aku sampikan bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby namanya. Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur ke lantai, akupun tidak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat Mama shock. Baru ku tahu bahwa yang membuat Mama shock itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran kak Arfan, hatiku sedih saat itu dan kurasakan dunia begitu kelabu, aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, bingung dan tidak tahu apakah harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasihku Boby? Hatiku sedih saat itu, akhirnya dengan berat hati dan penuh rasa kesedihan aku menerima lamaran kak Arfan untuk menjadi suamiku, dan kujadikan malam terakhir perjumpaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan segala kesedihanku. Jujur, meskipun kami saling mencintai tetapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan kak Arfan, karena saat itu Boby belum siap untuk membina rumah tangga.

Pembaca yang budiman. Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahan kami pun digelar, aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku, air mataku tumpah dimalam resepsi pernikahan itu, ditengah-tengah senyuman orang-orang yang hadir diacara resepsi pernikahan itu, mungkin akulah orang yang paling tersiksa karena masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah aku cintai. Dan yang paling membuatku tidak bisa menahan air mataku, ternyata mantan kekasihku Boby juga hadir diacara resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah, mengapa harus yang menjadi korban semua ini adalah aku? Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap hingga akhirnya selesailah acara resepsi pernikahan kami, satu persatu tamu undangan mulai pulang hingga sepilah rumah kami, saat masuk kedalam kamar aku tidak mendapati suamiku kak Arfan didalamnya. Dan sebagai seorang istri yang terpaksa harus menikah dengannya, maka akupun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku diatas ranjang setelah sebelumnya kuhapus make up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tidak perduli kemana suamiku malam itu, karena rasa capek dan diserang kantuk pun akhirnya aku tertidur. Tiba-tiba di sepertiga malam aku tersentak ketika ada sesosok hitam berdiri disamping ranjang tidurku, dadaku berdegup kencang, aku hampir saja berteriak histeris andai saja aku saat itu tidak mendengar suara takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu, perlahan aku mulai memperhatikan sosok yang berdiri itu, ternyata sosok yang berdiri itu adalah kak Arfan, suamiku yang sedang shalat tahajud, perlahan aku membalikkan tubuhku sambil membelakanginya yang saat itu sedang shalat tahajud, ya Allah aku lupa bahwa aku saat ini sudah menjadi istrinya kak Arfan, tetapi meskipun demikian aku masih belum bisa menerima kehadirannya dalam hidupku, saat itu karena masih dibawa perasaan mengantuk akupun kembali tertidur, hingga pukul 04.00 dini hari aku dapati suamiku sedang tidur beralaskan sejadah dibawah ranjang pengantin kami, dan kembali aku berdegup kencang tatkala mendapatinya, aku masih lupa dan belum percaya kalau aku telah bersuami semalam, tetapi ada sebuah tanya yang terdetik dalam dadaku, mangapa kak Arfan tidak tidur seranjang bersamaku? Kalaupun dia belum mau menyentuhku, yaa paling tidak tetap seranjang denganku, itukan logikanya, ada apa ini? Ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa malam itu mungkin kak Arfan kecapean sama seperti diriku hingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami dimalam pertama, tetapi apa perduliku dengan semua itu, toh akupun tidak menginginkannya. Itulah gumamku dalam hati.

Pembaca nurani yang budiman. Hari terus berlalu dan kamipun menjalani aktivitas kami masing-masing, kak Arfan bekerja mencari rizki dengan pekerjaannya dan aku dirumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku, ya paling tidak menyediakan makanan buatnya meskipun kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku terkadang masih merinduinya. Semula aku pikir bahwa prilaku kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan tidak pernah menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi pada malam pertama pernikahan kami tetapi ternyata yang terjadi adalah hampir setiap malam sejak malam pengantin itu kak Arfan masih tidur dibawah ranjang beralaskan permadani atau tidur diatas sofa didalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur, segala kebutuhanku selalu dipenuhinya secara lahir dia selalu menafkahi diriku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhkan. Tetapi soal biologis entah mengapa kak Arfan tidak pernah sama sekali mengungkitnya atau menuntutnya dariku, bahkan yang tidak pernah aku pahami pernah kami secara tidak sengaja bertabrakan didepan pintu kamar dan kak Arfan meminta maaf seolah bersalah karena telah menyentuh diriku. Ada apa dengan kak Arfan, apa dia lelaki normal? Kenapa dia begitu dingin kepadaku? Apakah aku kurang dimatanya? Atau………

Pembaca yang budiman. Jujur merasai semua itu membuat banyak tanya dalam benakku, ada apa dengan suamiku? Bukankah dia pria yang beragama dan menafkahi istri secara lahir dan batin adalah kewajiban seorang suami, ada apa dengannya? Padahal setiap hari dia mmengisi acara-acara keagamaan di masjid begitu santun kepada orang-orang dan kepada orang tuanya bahkan kepadaku kewajibannya hampir semua dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekalipun dia mengasari aku, berkata keras padaku, bahkan kak Arfan terlalu lembut padaku, tapi satu yang belum ia tunaikan yaitu nafkah batin. Aku sendiri saat mendapatkan perlakuan darinya yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku kepadanya dan membuatku perlahan melupakan masa laluku bersama Boby, aku bahkan mulai merindukannya tatkala kak Arfan sedang tidak ada dirumah, aku bahkan berusaha selalu menyenangkan hatinya dengan melalukan anjuran-anjuran yang dia sampaikan lewat ceramah-ceramah kepada muslimah umumnya, yakni memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, kak Arfan memberikan hadiah yang diisi dalam sebuah karton besar kepadaku. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga ternyata isinya adalah 5 potong jubah panjang berwarna gelap, 5 buah jilbab panjang sampai kelutut juga berwarna gelap, 5 pasang kaos kaki panjang dan tebal berwarna hitam dan 5 pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku merasa sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam benakku dan dalam bayanganku bahwa inilah konsekwensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya ternyata dugaanku salah sama sekali, sebab hadiah itu tidak pernah sama sekali disentuhnya atau ditanyainya dan kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun, ku kenakan busana itu biar ia tahu bahwa aku menganggapnya istimewa bahkan kebiasaannya sebelum tidur mengaji sudah mulai aku ikuti. Kadang-kadang ceramahnya dimasjid sering aku ikuti dan aku praktekan dirumah. Tetapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya, entah mengapa hingga memasuki 6 bulan pernikahan kami dia tidak pernah menyentuh aku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur ia awali dengan mengaji lalu tidur diatas hamparan permadani dibawah ranjang hingga ia terjaga lagi disepertiga malam dan melaksanakan shalat tahajud. Hingga suatu saat kak Arfan jatuh sakit, tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi, aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya? Sebab kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku, aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasanya untuk membantu. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tetapi apa yang harus aku lakukan ya Allah? Aku bingung saat ini.

Pembaca nurani yang baik. Malam itu aku tidur dalam keadaan gelisah, aku tidak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak, ku dengar kak Arfan sering mengigau kecil, mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau sementara malam begitu dingin disertai hujan yang sangat deras dan angin yang bertiup kencang. Kasian kak Arfan pasti dia sangat kedinginan saat itu, perlahan-lahan aku bangun dari pembaringan dan duduk kemudian menatapnya yang sedang tertidur pulas. Perlahan aku pasangkan selimutnya yang sudah menjulur kebawah, ingin sekali aku merebahkan diriku disampingnya atau hanya sekedar mengompresnya dengan air hangat. Tetapi aku tidak tahu bagaimana harus memulainya, hingga aku akhirnya tidak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya. Tetapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya kak Arfan terbangun dan duduk menjauhiku sambil berujar, “Afwan dek, kau belum tidur, Kenapa ada dibawah? Nanti kau kedinginan, ayo naik lagi keranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit” pinta kak Arfan kepadaku, hatiku miris saat mendengar semua itu, dadaku sesak, mengapa kak Arfan selalu dingin kepadaku? Apakah dia menganggap aku orang lain? Apa dihatinya tidak ada sama sekali cinta untukku? Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali aku luapkan, hingga akhirnya gemuruh dihatiku tak bisa aku bendung juga. “Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini kepadaku begitu dingin, kau bahkan tidak pernah mau menyentuhku, walaupun hanya sekedar menjabat tanganku, bukankah aku ini istrimu, bukankah aku telah halal buatmu, lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan dikamarmu, apa artinya diriku bagimu kak, apa artinya bagiku, apa artinya diriku, kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahi aku kak, mengapa?” itulah ujarku disela isak tangis yang tidak bisa aku tahan. Tidak ada reaksi apapun dari kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu, yang nampak adalah dia malah memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel didinding kamar kami, hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar kepadaku, “Dek, jangan kau pernah bertanya kepada kakak tentang perasaan ini padamu, karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu tetapi sebaliknyalah tanyakan hal itu pada dirimu sendiri. Apa saat ini telah ada cinta untuk kakak? Kakak tahu dan kakak yakin suatu saat kau akan bertanya mengapa selama ini sikap kakak begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf dek bila semuanya baru kakak kabarkan malam ini, kau mau tahu apa sebenarnya maksud kakak dengan semua ini?” ujar kak Arfan dengan agak sedikit gugup. “Ya saya mau tahu, tolong jelaskan ini padaku kak, mengapa kakak begitu tega lakukan ini padaku? Tolong jelaskan kak!” ujarku menimpali tutur kak Arfan. Saat itu kak Arfan memulainya dengan helaan nafas panjang. “Dek, kau tau apa itu pelacur, dan apa pekerjaan dari seorang pelacur? Afwan dek, dalam pemahaman kakak seorang pelacur adalah wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa perduli apakah dihatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air matanya manakala dia harus melayani lelaki yang tidak ia cintai bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dengan apa yang sedang terjadi saat itu, dan kakak tidak ingin itu terjadi padamu karena kau bukan pelacur, kau istriku dek kau bukan pelacur. Betapa bejatnya kakak ketika kakak memaksamu harus melayaniku dengan paksa saat malam pertama pernikahan kita sedangkan dihatimu tidak ada cinta sama sekali buat kakak, alangkah berdosanya kakak bila saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak, tetapi ada lelaki lain. Kau mau tahu dek? Sehari sebelum pernikahan kita, kakak sempat datang kerumahmu untuk memenuhi undangan bapakmu, namun begitu kakak sampai tepat berada didepan pintu gerbang rumahmu, kakak melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu Boby. Kau ungkapkan bahwa kau tidak mencintai kakak, kau ungkapkan bahwa kau hanya akan mencintai Boby selamanya, kau tahu dek? Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah merampas kebahagiaanmu, dan kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak ini karena terpaksa, kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan bahwa begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas, haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu? Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak terpaksa menunaikan kewajiban sebagai seorang suami pada malam pertama, sementara kau sendiri seolah mematung dan berderai air mata seperti seorang pelacur. Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku, kau tahu? Kakak begitu sangat mencintaimu dan kakak akan menunaikan semua itu manakala dihatimu sudah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu, agar kau menikmati dengan apa yang kita lakukan bersama. Dan Alhamdulillah apabila hari ini kau sudah mencintai kakak dan kakak juga sangat bersyukur jika hari ini kau telah melupakan mantan kekasihmu itu, beberapa hari ini kakak perhatikan kau juga sudah mengenakan busana yang syar’I, pinta kakak padamu dek luruskan lagi niatmu kalau kemarin kau mengenakan busana syar’I itu hanya untuk menyenangkan kakak semata, maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah SWT setelahnya tentunya untuk kakak.”

Pembaca nurani yang budiman. Mendengar semua itu aku memeluk suamiku aku merasa bahwa dia adalah lelaki yang terbaik selama hidupku, aku bahkan telah melupakan Boby, aku merasa bahwa malam itu aku adalah wanita yang paling bahagia, karena meskipun dalam keadan sakit untuk pertama kalinya kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan penuh kebahagiaan, kak Arfan begitu sangat kharismatik terkadang dia seperti seorang kakak buatku terkadang seperti orang tua, darinya aku banyak belajar, perlahan aku mulai meluruskan niatku aku mengenakan busana syar’I semata-mata hanya karena Allah dan untuk menyenangkan suamiku. Sebulan setelah malam itu dalam rahimku telah tumbuh benih-benih hasil dari buah cinta kami berdua, Alhamdulillah aku sangat bahagia bersuamikan dia darinya aku belajar agama yang banyak, aku menjadi mutarobbinya. Hari demi hari kami lalui bersama dengan penuh kebahagiaan, ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan dan aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangan dia.

Pembaca nuani yang baik. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman hasil buah cinta kami berdua, anak pertama kami berdua, diakhir tahun 2008 kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang, kak Arfan meninggal dunia dirumah sakit sehari setelah tabrakan tersebut. Aku sangat kehilangannya, aku seperti kehilangan penopang hidupku, aku kehilangan kekasihku, aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku.

Pembaca nurani yang budiman. Tidak pernah terbayangkan bahwa kehidupan kami bersama begitu singkatnya, yang tidak pernah aku lupakan diakhir kehidupan kak Arfan dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku. “Dek, pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan, kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu dek, jaga Abdurrahman dengan baik, jadikanlah dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama Allah dan senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat, memberikan yang terbaik untuk ummat, didik dia dengan baik dek jangan kau sia-siakan dia. Satu permintaan kakak, kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita, maafkan kakak dek bila selama bersamamu ada yang kurang yang telah kakak perbuat untukmu, senantiasalah berdoa kalau kita berpisah di dunia saat ini, Insya Allah kita akan bersua kembali di akhirat kelak. Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi terlebih dahulu meninggalkan dirimu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu.” Demikianlah pesan terakhir kak Arfan sebelum keesokan harinya kak Arfan meninggalkan dunia ini, hatiku sangat sedih saat itu, aku merasa sangat kehilangan, tetapi aku berusaha mewujudkan apa yang menjadi harapan teakhirnya.

Sahabat, mari luruskan niat kita...
...mewujudkan apa yang menjadi harapan teakhirnya.

(SUMBER: Zona Remaja)
Continue reading →